
( http://blog.lakupon.com/mencegah-uban-tumbuh-lebih-dini/)
Oleh: Heru Budhiarto
Bagi banyak orang, rambut
di kepala ibarat sebuah mahkota. Ada kebanggan dan rasa percaya diri
yang muncul bila memiliki rambut yang indah. Oleh karena itu, tidak
jarang upaya menjaga kesehatan dan keelokan rambut menjadi perhatian
serius.
Namun, masalah bisa saja terjadi tatkala rambut putih
atau uban muncul. Perasaan risih dan kurang nyaman pun menyergap.
Umumnya, tindakan yang dilakukan adalah dengan mencabut uban tersebut.
Mitos
pun berkembang, ada yang menganjurkan hal tersebut tidak dilakukan.
Sebab, mencabut uban dipercaya justru memperbanyak jumlah uban di
kepala. Dicabut satu maka akan tumbuh dua. Benarkah demikian?
Pada
dasarnya setiap rambut memiliki akar yang disebut folikel rambut.
Folikel ini mengandung melanosit yang menghasilkan melanin. Pada saat
sel melanosit tak mampu menghasilkan melanin yang berfungsi sebagai
pewarna rambut, maka muncul uban.
Ada banyak faktor mengapa uban
bisa tumbuh. Umumnya, saat memasuki usia 40 tahun uban akan mucul karena
pada masa itu pigmen rambut berhenti memproduksi warna. Sedangkan jika
pada usia di bawah 30 tahun sudah memiliki uban, bisa jadi disebabkan
faktor genetik atau gaya hidup yang tidak sehat.
"Asupan
makanan, pola makan yang tidak teratur, stres, kelembapan, penggunaan
zat kimia berlebihan pada rambut akan mempengaruhi pigmen rambut setiap
orang," ujar dr. Fanda Ayyu.
Pada sisi lain, uban akan tumbuh
folikel demi folikel. Apabila uban dicabut maka akan digantikan oleh
rambut baru dari folikel yang sama. Jumlah folikel pun tidak akan
bertambah. Dengan begitu, mencabut uban tidak akan membuat rambut di
sekitarnya ikut berubah warna.
"Sebagaimana mestinya rambut hitam
tumbuh, begitu juga uban. Bila kita mencabut rambut, tentu kekosongan
tempat itu akan diisi oleh rambut lain," terang dia.
Kalau pun
muncul uban baru, katanya, waktunya tidak akan berselang lama setelah
uban lama dicabut. Hal itu disebabkan adanya masalah pada produksi
melanin tadi. Kemungkinan, memang sudah ada beberapa uban lain yang akan
tumbuh sebelum tindakan mencabut uban dilakukan.
"Bukan berarti
kalau uban dicabut lantas jumlahnya berlipat dan makin banyak," papar
dokter yang kini bertugas di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
ini.
Jadi, dia menegaskan, mencabut uban tidak dapat menambah
jumlah uban di kepala. Namun, lanjutnya langkah tersebut sebaiknya tidak
dilakukan karena dapat merusak akar rambut dan sel saraf kulit.
"Karena dia (uban) tidak rontok dengan sendirinya maka akan berdampak pada pertumbuhan rambut," tukas dokter Fanda.
Sumber: http://id.she.yahoo.com/bolehkah-mencabut-uban-091204513.html